Minggu, 04 Juli 2010

maaf

Maaf…

Maafkan aku teman..
Kita bertemu
Tapi aku tak menyapamu
Cukuplah senyumku untukmu

Maafkan aku teman..
Kutahu lama kita tak jumpa
Tapi aku tak menanyakan kabarmu
Kutahu kau baru saja sembuh dari sakitmu
Tapi aku tak menanyakan keadaanmu
Walau kuingin sekali…

Teman…
Maafkan aku akan salahku
Inginku memberi perhatian padamu
Selayaknya saudara yang baik
Inginku menyapa dan menghiburmu
Tapi tak kubisa…

Bukannya geer
Bukannya sok kepedean
Bukannya terlalu cepat mengambil kesimpulan
Tapi kutahu hatimu cenderung padaku

Tak tahuku sekecil apa atau sebesar apa
Tak tahuku apa dan kenapa bisa
Tapi kurasa kau begitu
Jadi… maafkan aku..

Sapaku bisa saja kau artikan lain
Perhatianku bisa saja kau artikan lebih
Sedang kau tak tahu hatiku

Hatiku mengharapkan seseorang…
Seseorang yang mengharapkan Allah lebih dari aku mengharapkan Allah
Seseorang yang mengharapkan surga lebih dari aku mengharapkannya
Seseorang yang mencintai Allah lebih dari dia mencintai aku
Maaf… tapi itu tak kulihat di dirimu

Tunggulah teman..
Saat kulihat hatimu tak lagi condong padaku
Saat kulihat persaudaraan yang kau tawarkan
Maka aku akan menyambutmu
Tanganku akan memapahmu
Dan doaku akan menyertaimu di setiap langkahmu sebagai kakakku

Tunggu…
Tunggu saja…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar